malam semakin merajai
namun kelopak mata tak kunjung sayu
apa gerangan menghalau kantuk
atau bahagia yang meluap hancurkan semua sisa lelap
tersudut bukan bersedih
hanya gembira yang tak terkira
namun bukan gembira tanpa beban
karna ngeri gembira itu salah
maka itu hanya terukir senyum simpul di wajah yang memerah tanpa hiasan wajah
yang gembira entah apa di malam yang masih saja merona
Tidak ada komentar:
Posting Komentar