Minggu, 20 Juni 2010

terus tersenyum

hanya saja setiap kali mendekati terangnya cahaya itu
hanya saja setiap kali udara itu terhirup masuk
tubuh seakan enggan untuk semakin mendekat
takut terhempas kembali terluka

masih tersungkur dan kembali demikian
akankah berlanjut dan selalu
mungkin iya dan keraguan akan perubahan
proses ini belum saatnya berhenti dan selesai
masih akan jatuh dan terus demikian
tapi senyum tak akan pudar
meski sesekali menangis tapi tak akan menjerit lagi
masih akan duduk manis setelah jatuh dan kemudian bangkit
masih akan tersenyum meski kadang menangis
masih akan tersenyum dan akan selalu tersenyum

Tidak ada komentar:

Posting Komentar